Mengapa mudah menilai?
Mengapa mudah sekali untuk menilai seseorang padahal dirimu baru pertama sekali bertemu dengannya.
mengapa mudah sekali untuk menilai seseorang padahal dirimu tak pernah tau tentang hidupnya sebelumnya.
Dirimu tidak pernah tau apa yang telah ia lalui, apa yang telah terjadi dalam hidupnya hingga ia seperti ini sekrang.
Namun mengapa mudah sekali untuk menilai seseorang padahal dirimu baru pertama sekali bertemu dengannya.
Banyak perjalanan kisah yang telah ia lalui dan dirimu tak pernah tau satu kalimat pun dari rangkaian kisah itu, namun mengapa mudah sekali untuk menilalai seseorang padahal dirimu baru pertama sekali bertemu dengannya.
Bukankah kita lebih baik menilai diri sendiri terlebih dahulu ?
Menilai diri sudah sebaik apa kita sehingga kita punya kepercayaan diri untuk menilai oranglain dengan sesuka hati kita.
Tidakkah dirimu memikirkan hatinya ?
Hati yang telah tersakiti oleh penilaianmu.
Begitu dengan mudah lidah mu menari melontarkan kata-kata tajam
menyakiti relung hatinya.
Dirimu telah patahkan semangatnya yang sedang membara.
Dengan mudahnya dirimu menghancurkan semangatnya, padahal dibalik ini semua ada pengorbanan besar yang telah ia lakukan.
Teman, bukankah kita harus menjaga perkataan kita ?
Teman, bukankah kita lebih baik menilai diri daripada menilai oranglain?
Namun apalah daya.
Diri ini tak berhak menentukan apa yang harus dirimu lakukan namun diri ini masih punya hak untuk mendoakan yang terbaik untukmu.
mengapa mudah sekali untuk menilai seseorang padahal dirimu tak pernah tau tentang hidupnya sebelumnya.
Dirimu tidak pernah tau apa yang telah ia lalui, apa yang telah terjadi dalam hidupnya hingga ia seperti ini sekrang.
Namun mengapa mudah sekali untuk menilai seseorang padahal dirimu baru pertama sekali bertemu dengannya.
Banyak perjalanan kisah yang telah ia lalui dan dirimu tak pernah tau satu kalimat pun dari rangkaian kisah itu, namun mengapa mudah sekali untuk menilalai seseorang padahal dirimu baru pertama sekali bertemu dengannya.
Bukankah kita lebih baik menilai diri sendiri terlebih dahulu ?
Menilai diri sudah sebaik apa kita sehingga kita punya kepercayaan diri untuk menilai oranglain dengan sesuka hati kita.
Tidakkah dirimu memikirkan hatinya ?
Hati yang telah tersakiti oleh penilaianmu.
Begitu dengan mudah lidah mu menari melontarkan kata-kata tajam
menyakiti relung hatinya.
Dirimu telah patahkan semangatnya yang sedang membara.
Dengan mudahnya dirimu menghancurkan semangatnya, padahal dibalik ini semua ada pengorbanan besar yang telah ia lakukan.
Teman, bukankah kita harus menjaga perkataan kita ?
Teman, bukankah kita lebih baik menilai diri daripada menilai oranglain?
Namun apalah daya.
Diri ini tak berhak menentukan apa yang harus dirimu lakukan namun diri ini masih punya hak untuk mendoakan yang terbaik untukmu.
Komentar
Posting Komentar